Ba'asyir: Australia Ingin Saya Ditembak Mati
politics 10:28 AM
INILAH.COM, Jakarta - Ustad Abu Bakar Baasyir membantah tudingan terlibat dan menerima 20 persen hasil perampokan Bank CIMB cabang Medan. Menurutnya, tudingan tersebut merupakan rekayasa Densus 88.
"Saudara baca (tabloid) Suara Islam edisi 110 disitu dimuat statement orang Barat mengenai saya,“ kata Ba’asyir dalam sel terdakwa saat menanti sidang di Pengadilan Negeri (PN), Senin (3/4/2011).
Menurutnya, ada pihak asing yaitu negara Australia yang mengingkan dirinya diadili dengan proses ditembak saja dan tidak melalui pengadilan. ”Pihak Australia nasihatin kalau saya tidak usah diproses di pengadilan, tapi ditembak saja, selesai. Australia menekan,“ ucapnya.
Ba’asyir yakin ini menunjukkan bahwa Indonesia dan lembaga peradilannya masih dipengaruhi oleh kepentingan Australia dan Amerika Serikat. ”Mereka mengatakan tak perlu diadili, karena kalau diadili terlalu banyak biaya," tuturnya. [tjs]
"Saudara baca (tabloid) Suara Islam edisi 110 disitu dimuat statement orang Barat mengenai saya,“ kata Ba’asyir dalam sel terdakwa saat menanti sidang di Pengadilan Negeri (PN), Senin (3/4/2011).
Menurutnya, ada pihak asing yaitu negara Australia yang mengingkan dirinya diadili dengan proses ditembak saja dan tidak melalui pengadilan. ”Pihak Australia nasihatin kalau saya tidak usah diproses di pengadilan, tapi ditembak saja, selesai. Australia menekan,“ ucapnya.
Ba’asyir yakin ini menunjukkan bahwa Indonesia dan lembaga peradilannya masih dipengaruhi oleh kepentingan Australia dan Amerika Serikat. ”Mereka mengatakan tak perlu diadili, karena kalau diadili terlalu banyak biaya," tuturnya. [tjs]






